Profil

Beitrittsdatum: 21. Sept. 2022

Info

3 Tujuan Rekreasi Riwayat Mendebarkan di Serambi Makkah



Bicara Serambi Makkah sudah tentu pemikiran kita akan melayang-layang ke salah satunya propinsi paling ujung dari Indonesia yakni Tanah Rencong, Aceh. Ya, alhamdulillah Allah memberikan saya peluang untuk bertandang ke Serambi Makkah ini di tahun 2018 lalu dalam rencana ikuti Pertemuan Bahasa Arab Internasional IMLA (Ittihad al-Mudarrisin li Al-Lughah Al-‘Arabiyah), yakni organisasa perhimpunan untuk dosen dan guru bahasa Arab se-Indonesia di UIN Ar-Raniri Aceh.


Dengan bekal semangat '45, dan dalam rencana ikuti Pertemuan Bahasa Arab Internasional,saya pergi bersama ke-2 rekan dari Malang dengan jalur Malang-Jakarta dengan Sriwijaya Air, dan Jakarta-Aceh dengan pesawat Batik Air. Alhamdulillah perjalanan lancar, tetapi saya sempat berasa berbeda, karena biasanyanya saya ada di atas pesawat optimal 1 jam 1/2, tapi jarak dari Jakarta -Aceh dilakukan dengan durasi waktu lebih kurang 4 jam . Maka terasa sekali lama waktunya pada udara, meskipun saya isi waktu selainnya dengan minum dan makan (disiapkan oleh pesawat), saya membaca buku dan kadang-kadang terlibat perbincangan dengan rekan se universitas yang duduk di samping saya untuk hilangkan rasa jemu. Pesawat take off dari Jakarta siang hari dan sampai di Lapangan terbang Internasional Sultan Iskandar Muda Banda Aceh pada sore hari. Suka rasanya dapat memijakkan kaki di tanah Rencong ini. Alhamdulillah, dengan jemputan panitia Pertemuan saya dan kelompok naik mobil dari wilayah Aceh besar ke arah hotel tempat bermalam di wilayah yang tidak jauh dari lokasi Pertemuan di wilayah UIN Ar-Raniri.


Jujur, saya rasakan aura berlainan saat memijakkan kaki pertama kalinya di Aceh. Entahlah, saat memilih untuk pergi ke Aceh saya tiba-tiba super duper memerhatikan beberapa barang yang saya membawa, khususnya baju. artikel dari Situs web https://www.javatravel.net/history akan ke arah sebuah wilayah yang lain dari beberapa daerah yang saya datangi untuk lawatan kerja di belahan bumi nusantara, dan saya tidak tahu perasaan apakah itu.


Sesudah 2 hari beruntun direpotkan dengan acara Pertemuan, dimulai dari memerhatikan sampai jadi pembicara, tiba saya dan rekan-rekan untuk lakukan rihlah alias jalanan telusuri beberapa tempat monumental di Serambi Makkah. Situasi Aceh menurut saya berlainan dengan beberapa daerah Indonesia yang lain. Aura religius telah berasa dan seolah jadi magnet untuk saya. Saya sempat memperhatikan dan menyaksikan bila hari Jumat semua toko, warung makan, kios tutup sampai sholat Jumat usai digerakkan, dan panorama yang mempersejuk ialah semua wanita kenakan hijab dan kenakan pakaian tertutup, sampai baliho yang terpasang di tepi jalan juga tampilkan gambar wanita yang berjilbab.


Seandainya kalian sedang ada di Serambi Makkah, janganlah lupa untuk berkunjung 3 lokasi yang mendebarkan yang perlu kalian datangi. 3 tempat ini betul-betul membuat hati saya berdebar-debar tidak karuan, selain riwayat dan bebatan narasi dan rasa yang datang waktu itu. Berikut 3 tujuan mendebarkan ini:


1. Mushola Baiturrahman

Mushola dengan design unik ini cocok sekali untuk kamu datangi sekalian rasakan sholat di mushola Baiturrahman. Mushola yang mempunyai payung seperti di Mushola Nabawi ini umumnya akan buka payungnya, namun saat saya bertandang sementara payung tidak terbuka karena cucaca berangin. Mushola ini jadi bukti riwayat atas kejadian tsunami di tahun 2012 lalu. Oh iya, seandainya kalian akan ke arah mushola, lewatlah jalan ke arah lantai dasar, titipkan sandal dan sepatu lalu ke arah tempat wudhu yang sudah disiapkan dan kalian jalan ke arah tempat mushola lebih kurang 300 mtr. karena jarak di antara tempat dan wudhu cukup jauh, waktu itu sedang siang hari dan saya harus terpaksa berpanas-panas riang. Seterusnya kalian dapat lama-lama sholat di mushola ini. Mushola dengan ornament dan design berlainan dari beberapa masjid yang sempat saya datangi. Tiap hari mushola ini ramai didatangi oleh warga Aceh yang habiskan waktu dengan keluarga.


2. Kapal PLTD Apung

Lokasi ke-2 yang saya datangi ialah PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel) Apung. Diberi nama ‘Apung' karena kapal ini mengapung dan sampai ke darat karena tebawa saat kejadian tsunami terjadi, hingga pemerintahan di tempat ingin menjadikan sebagai tujuan rekreasi pembelajaran warga. Pemerintahan menyengaja mengubah isi dalam kapal jadi bahan pembelajaran warga dengan beragam sumber dari media visual electronic yang berisi mengenai pengetahuan sekitar tsunami, seperti apakah itu tsunami? bagaimana pertanda berlangsungnya tsunami, dan bagaimanakah cara pertama untuk selamatkan diri. Semua tersampaikan secara bagus dalam kapal PLTD Apung ini. Ada pula guide yang bekerja untuk sampaikan beragam info mengenai Kapal PLTD Apung dan didalamnya. Saya cuma dapat teteskan airmata saat menyaksikan video pemula kejadian tsunami yang diputar berkali-kali dalam Kapal PLTD Apung ini. Seolah video ini memutar memory pada delapan tahun lalu atas peristiwa yang sempat terjadi di bumi Rencong.


3. Musium Tsunami

Tempat ke-3 ini sangat mendebarkan dan betul-betul memicu adrealin saya, bagaimana tidak? saya dibawa masuk lorong yang basah, seolah-olah saya terserang recikan air lalu lantunan zikir (seolah-olah datang dari lautan zikir warga saat tsunami menerpa) menyongsong saya dan kelompok yang masuk lorong basah barusan. Bergidik sekali dan saya seolah ikut rasakan getaran warga Aceh saat tsunami terjadi. Lantas lorong itu juga berbuntut pada ruang aula yang ada banyak monitor yang berisi video pemula kejadian tsunami dan kembali lagi saya menangis. Selanjutnya saya masuk sebuah kamar yang didalammya Koleksi Museum Sonobudoyo sarat dengan ukir-pahatan beberapa nama korban tsunami, di dinding-dinding kamar, dan ini benar-benar mengeduk emosi saya. Tangis saya pecah memikirkan peristiwa ini.


Museum ini dibuat dengan benar-benar bagus. Di lantai dua, saya mendapati galeri beberapa foto dan visual audio photo dan liputan yang berisi interviu beberapa saksi mata saat kejadian tsunami. Pada lantai tiga, saya dibawa untuk menyaksikan saksi mati yang terbagi dalam beberapa barang saat tsunami seperti Al-Qur'an yang terserang lumpur, sepeda motor, mesin jahit, sepatu dan beragam diorama visualisasi mengenai tsunami, dan beberapa lukisan kejadian tsunami yang terjadi. Semua deskripsi bisa kalian dapatkan di musium Tsunami ini.


Nach, tersebut 3 tujuan rekreasi Aceh yang mendebarkan. Untuk saya individu perjalanan saat di Aceh bukan perjalanan biasa. Dia sebagai perjalanan religius tempat saya bisa mengupgrade semua segi religius diri menjadi figur hamba yang lebih bagus kembali. Salam hangat.

Timmothy Fleming

Weitere Optionen